Komunitas Motor “GAMBUSE” GABUNGAN MOTOR BIKERS SE JABODETABEK Peduli Sosial

Komunitas Motor “GAMBUSE” GABUNGAN MOTOR BIKERS SE JABODETABEK Peduli Sosial

Komunitas Motor “GAMBUSE” GABUNGAN MOTOR BIKERS SE JABODETABEK Peduli Sosial Komunitas Motor GAMBUSE, wadah para bikers yang mempunyai jiwa sosial tinggi yang perduli dengan keadaan orang lain yang dalam kesulitan, Gambuse Jabodetabek adalah sebuah wadah komunitas motor yg berdiri pada tanggal 07 – 07 – 2014, wadah GAMBUSE ini hadir hanya untuk kegiatan sosial dan tidakterikat,wadah ini terorganisasi agar semua acara tersusun dengan rapi.

gambuse sosial2       gambuse sosial1

Kali ini GAMBUSE mengajak para rekan-rekan bikers untuk menggugah dan tergugah hatinya untuk berbagi kepada sesama manusia yang membutuhkan pertolongan, pertolongan tidak hanya dengan materi karena dengan apapun itu kita dapat berbagi dengan mereka yang membutuhkan. gambuse sosial3 GAMBUSE mengajak para bikers untuk berbagi kepada seorang bocah yang terkena penyakit Tumor pada bagian wajahnya, berikut penuturan dan cerita kecil dari keluarga Alif yang menderita Tumor di wajah. Gambuse sosial

# SENYUM UNTUK ADIK ALIF #

Seorang bayi 2,5 bulan di Bekasi menderita Tumor di Wajah, Tumor yang di derita Muhammad Alif, bayi berusia 2,5 bulan ini semakin hari semakin membesar dan menutupi mata serta hidungnya. Muhammad Alif, asal Kampung Kaliulu, Desa Tanjungsari, Cikarang Utara, Bekasi, menderitatumor sejak usia satu bulan.

Kini tumor di dahinya itu sudah semakin membesar. “Muncul benjolan saat M Alif berumur sekitar satu bulanan, sekecil bola pingpong pada awalnya, menurut Herwin kakak Iwan dan ibu Wanah orang tua dari adik Alif selalu menangis setiap tumornya akan semakin membesar.

“Tiap mau ada perubahan, dia menangis biasanya sampai kejang-kejang,” ujarnya. Sambil menggendong Alif, ia hanya diam dan tidak banyak bicara. Sesekali ia menenangkan Alif yang menangis. Benjolan tumor di wajah Alif kini sudah menutupi hampir seluruh mata dan hidung kanannya, sedangkan mata dan hidung kirinya baru tertutup sebagian kecil.

Tumor itu tampak membentuk dua benjolan besar di dahinya. Meski kini tumor yang diderita Alif makin membesar, keluarga Alif mengaku bayi itu tidak sedang dalam pengobatan apa pun. Kondisi ekonomi menjadi penyebab tidak dilakukan pengobatan tersebut, sempat hendak berobat, orangtua Alif dan keluarganya sempat membawa Alif ke puskesmas untuk berobat. Puskesmas pun merujuknya ke salah satu rumah sakit di Cikarang.

“Waktu diperiksa masih sekitar sepertiganya-lah (dari kondisi saat ini). Kata dokter harus segera ditangani, dioperasi, kalau enggak bisa makin menyebar (tumornya). Saat hendak mengobati Alif beberapa waktu lalu, Herwin menyebut pihak rumah sakit meminta DP (down payment) sebesar Rp 5.000.000. Namun, keluarga tidak memiliki uang sebanyak itu. “Waktu itu langsung diminta DP Rp. 5.000.000. Kita bilang kita enggak ada uangnya.

Selang beberapa waktu kemudian katanya ruangan penuh, harus dirujuk, alatnya juga kurang lengkap, mungkin karena kita orang enggak punya,” kata dia. Uang DP tersebut diminta sebab orangtua Alif tidak memiliki satu pun jaminan kesehatan. Menurut dia, saat akan membuat BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan, orangtua Alif tidak memiliki uang. “Kan waktu itu mau bikin BPJS, diminta uang Rp 700.000 sama orang puskesmas.

Jangankan buat bikin BPJS, buat sehari-hari saja susah,” kata Herwin. Berharap bantuan Karena tidak memiliki biaya untuk operasi tumor di wajah Alif, orangtua dan keluarga Alif kini berharap Pemerintah Bekasi maupun pihak-pihak lain dapat memberikan bantuan. Herwin mendapat keterangan dari pegawai rumah sakit bahwa biaya operasi Alif bisa mencapai Rp 60 juta, bahkan bisa sampai Rp 100 juta. “Saya minta doanya Muhammad Alif, semoga bisa cepat dibawa ke rumah sakit agar ada yang menolong,” ujar Wanah, ibu Alif. Wanah dan Herwin berharap Pemda Bekasi dapat memberikan perhatiannya kepada Alif. Sebab, Alif sangat membutuhkan bantuan segera.

“Kita harapkan peran pemerintah daerah bisa sungguh-sungguh membantu. Jangan sampai pemerintah seolah tutup mata,” kata Herwin. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan Pemda Bekasi baru datang untuk mendata kondisi Alif. Namun, belum ada keterangan lanjutan dari pihak Pemkot. “Ada utusan, menengok, tanya-tanya, didata, habis itu pulang. Enggak ada bilang apa-apa lagi,” kata Herwin. Selain Dinas Kesehatan, Herwin mengaku pihak Kecamatan Cikarang Utara pun sempat datang berkunjung.

“Kita enggak ngilangin , ada yang nengok ke sini kasih Rp 200.000, tetapi kan yang kita harapkan ada pengobatan, bisa dioperasi,” ujarnya. Dengan kondisi ekonomi ayah Alif yang bekerja di katering dan ibunya yang tidak bekerja, mereka pasrah dengan keadaan yang mereka alami saat ini. Mereka berharap ada orang yang dapat membantu menyumbang biaya pengobatan Alif. Sebab, jika tidak segera diobati, banyak dampak yang mungkin diderita Alif.

Selain akar tumor tersebut menyebar, dikhawatirkan kondisi tersebut dapat menghambat saluran pernapasan dan penglihatan Alif. Bagi yang berniat membantu pengobatan Alif, Anda dapat menyalurkan bantuan melalui nomor rekening BNI 0354690976 atas nama Rini Marlina (kakak Wanah, ibu Alif). Untuk menanyakan kondisi Alif saat ini pun, Anda dapat menghubungi Herwin di nomor 081218508538, atau mendatangi langsung rumah Alif di Kampung Kali Ulu, RT 14 RW 03, Desa Tanjungsari, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

lihat juga:

 

Share This